Inilah Gambar Peta Universitas Brawijaya (UB) terbaru 2016 yang telah diperbaharui karena adanya penambahan beberapa Gedung Baru di Universitas Brawijaya, seperti poliklinik UB. Selain itu juga terdapat perubahan nama Gedung Student Center yang kini telah berubah nama menjadi Gedung Kebudayaan Mahasiswa.


Semoga peta UB berikut ini bermanfaat bagi pembaca yang membutuhkan.

Klik Gambar untuk memperbesar, atau Klik kanan dan open image in new tab.
Peta UB, Peta Universitas Brawijaya
Gambar Peta Universitas Brawijaya 2016

Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas (PK2MU) merupakan bagian dari program Universitas Brawijaya dan Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya yang diamanahkan secara berkelanjutan kepada Panitia RAJA BRAWIJAYA, dan wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Universitas Brawijaya. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa baru kemudian memeiliki kesiapan psikologis maupun sosial untuk dapat beradaptasi secara tepat dan cepat melalui proses interaksi dan belajar mengajar di perguruan tinggi. Para mahasiswa baru dapat mengetahui sarana dan prasarana yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar di perguruan tinggi. Selain itu mereka harus memahami tatacara aksiologi melalui proses mekanistik maupun hubungan sosial dengan mahasiswa dan senior untuk menemukan serta membawakan pribadi sebagai modal intelektual dalam bermasyarakat di kemudian hari.

RAJA BRAWIJAYA 2016
"PUSAKA 54"





[Atribut PK2 Raja Brawijaya]

Tugas Pakaian Ospek Maba UB 2016


Mahasiswa Laki-Laki:
-Rambut tidak boleh di cat, harus dipotong pendek dan rapi dan tidak bermodel skin hairstyle.
-Memakai kemeja lengan panjang berwarna putih berkerah berbahan kain (bukan berbahan kaos ataupun jeans), rapi, tidak ketat, dan tidak transparan.
-Memakai celana penjang berwarna hitam berbahan kain (bukan berbahan kaos ataupun jeans), rapi, tidak ketat, tidak transparan, tidak bermotif, bukan cut bray ataupun skinny.
-Memakai dasi berwarna hitam
-Memakai ikat pinggang berwarna hitam polos dengan mata gesper yang tidak mencolok
-Memakai Sepatu berwarna Hitam
-Memakai kaos kaki berwarna Putih polos, dengan tinggi maksimal 10 cm diatas mata kaki
-Memakai tas ransel berwarna hitam
-Memasang gantungan kunci. (terlampir) pada tas ransel
-Memakai Nametag. (terlampir)
-Tidak mengenakan perhiasan

Mahasiswa Perempuan Berjilbab
-Memakai jilbab berwarna putih segiempat tidak transparan, tidak boleh langsungan dan tidak boleh pasmina, tidak bermotif, tidak berenda, tanpa aksesoris tambahan kecuali peniti ataupun jarum pentul.
-Memakai kemeja lengan panjang berwarna putih polos berkerah berbahan kain (bukan berbahan kaos ataupun jeans), rapi, tidak ketat, tidak bermotif, dan tidak transparan.
-Memakai rok panjang berwarna hitam polos berbahan kain (bukan berbahan kaos ataupun chiffon), rapi, tidak ketat, tidak transparan, tidak bermotif dan tanpa belahan. (rok wiru /rample, tidak boleh span)
-Bagi yang sedang berhalangan memakai Pita di sematkan pada bagian dada kanan .
-Memakai dasi berwarna hitam polos.
-Memakai ikat pinggang berwarna hitam polos dengan mata gesper yang tidak mencolok
-Memakai Sepatu. Berwarna hitam polos, tidak berhak dan tidak flatshoes.
-Memakai Kaos kaki berwarna putih polos dengan tinggi maksimal 10 cm diatas mata kaki.
-Memakai tas ransel berwarna hitam
-Memasang Gantungan.  (terlampir) pada tas ransel .
-Memakai Nametag. (terlampir)
-Tidak mengenakan perhiasan apapun.

Mahasiswa Perempuan Tanpa Jilbab:
-Rambut ditata rapi, tidak boleh di cat, harus dikuncir satu model ekor kuda (kuncir rambut berwarna hitam) tanpa poni, diperbolehkan memakai jepit berwarna hitam.
-Memakai kemeja lengan panjang berwarna putih polos berkerah berbahan kain (bukan berbahan kaos ataupun jeans), rapi, tidak ketat, tidak bermotif, dan tidak transparan.
-Memakai rok panjang berwarna hitam polos berbahan kain (bukan berbahan kaos ataupun chiffon), rapi, tidak ketat, tidak transparan, tidak bermotif dan tanpa belahan. (rok wiru /rample, tidak boleh span)
-Bagi yang sedang berhalangan memakai Pita berwarna merah dan disematkan pada bagian kanan lengan.
-Memakai dasi berwarna hitam polos.
-Memakai ikat pinggang berwarna hitam polos dengan mata gesper yang tidak mencolok
-Memakai Sepatu berwarna hitam polos, tidak berhak dan tidak flatshoes.
-Memakai kaos kaki berwarna putih polos dengan tinggi maksimal 10 cm diatas mata kaki.
-Memakai tas ransel berwarna hitam
-Memasang Gantungan.  (terlampir) pada tas ransel .
-Memakai Nametag. (terlampir)
-Tidak mengenakan perhiasan apapun.

NB :
-Bagi mahasiswa yang memiliki gangguan penyakit kronis jantung, paru-paru, dsb. Mengenakan pita berwarna hitam dan disematkan pada bagian kiri lengan.
-Untuk nametag dan Gantungan kunci nanti masuk dipenugasan selanjutnya, nanti diinfokan lebih lanjut!.

Sumber: http://rajabrawijaya.ub.ac.id/atribut

[Barang Bawaan PK2MU Raja Brawijaya]

1. Perlengkapan Sholat (bagi maba muslim)
2. Air Mineral 1,5L (bagi maba muslim untuk air wudhu)
3. Alat Tulis (Buku, Ballpoint, Penghapus, dll)
4. Susu Kotak 250ml (tidak ada ketentuan merk)
5. Air Mineral 600ml (bebas, tidak ada ketentuan merk)
6. Roti (bebas, tidak ada ketentuan merk)
7. Sendal Jepit (bebas, tidak ada ketentuan warna/merk)
8. Koran 3 Lembar
9. Kresek Hitam Besar 3 buah
10. Obat-obatan pribadi

#KitaSatuBrawijaya
#BanggaBrawijaya
#RajaBrawijaya2016

---------------------------------
Twitter : @halomaba_UB
Instagram : @halomaba_UB
Line : @hsn3894k
---------------------------------
[TUGAS OSPEK MABA UB 2016]

Penugasan Raja Brawijaya 2016 Coming Soon..!


Gunung Bromo

Hanya berselang beberapa jam selepas dari Pantai Batu Bengkung, malam harinya (12/3) saya harus melanjutkan petualangan ke Gunung Bromo. Meski badan masih lelah usai perjalanan dari pantai tapi harus berangkat lagi karena sudah janji ke teman juga buat jadi driver pribadinya, eh. hehe. 

Yaudah, berangkatlah kami bersepuluh, dengan menggunakan motor. perjalanan kami mulai dari malang sekitar pukul 00:30 WIB dengan melalui rute pasuruan. Sempat mengalami musibah karena ban motor saya bocor dalam perjalanan, namun akhirnya masih bisa tiba tepat waktu untuk menyaksikan sunrise. 

Sebenarnya ini juga bukan pertama kalinya saya berpetualang ke Gunung Bromo. Saat pertama berkunjung sekitar 3 tahun lalu (waktu itu masih MABA), sempat terpikir bahwa saya harus kembali ke gunung ini. 

Sudah beberapa Gunung di Jawa Timur yang saya kunjungi, sepertinya hanya Gunung Bromo yang menyajikan pemandangan ganda mulai dari sunrise, bukit savana, padang pasir, dan keindahan alam lainnya yang tak ada duanya. Sungguh indah!!

Gunung Bromo

Gunung Bromo

Gunung Bromo
 Gunung Bromo

Gunung Bromo



Gunung Bromo

Gunung Bromo

Sumpah, traveling saya kali ini tidak sendiri alias bareng temen-temen. kebetulan saya gak punya fotonya yang bareng-bareng, adanya foto berdua si adek, tapi gak boleh di upload, wkwk.

Jangan Lupa tonton videonya berikut ini:

Sampai Jumpa
Pantai Batu Bengkung Beach

Setelah tiga tahun di Malang, akhirnya kesampaian juga jalan-jalan ke Pantainya. Ya, Malang memang dikenal memiliki banyak Pantai yang menakjubkan dan ini adalah kali pertama saya menyambangi salah satu Pantai di kota ini.

Jumat sore, 11 Maret 2016, saya bersama 10 teman lainnya bertolak menuju Pantai Batu Bengkung yang berada di daerah pesisir selatan Kabupaten Malang. Dibutuhkan waktu tempuh sekitar 5-6 jam menggunakan mobil dari kota malang dengan jalur menuju arah pantai sendang biru. Beberapa kilometer sebelum sampai di sendang biru ada pertigaan belok kiri mengambil jalur lintas selatan. Pantai ini tepatnya berada di sebelah barat pantai jaelangkung yang juga berada satu jalur dengan pantai-pantai yang sudah lebih dulu terkenal seperti pantai goa cina dan pantai bajul mati. 

Malam hari akhirnya rombongan kami tiba di lokasi dan tampak terlihat sudah ada beberapa pengunjung yg lebih dahulu disana dengan bentangan tendanya. Kami pun langsung mendirikan tenda untuk beristirahat, sebelum memulai mengeksplorasi keindahan Batu Bengkung esok hari. 

Dan, keesokan harinya kami disuguhkan panorama alam yang menakjubkan yang membuat kagum dan termenung akan mahakarya Sang Pencipta. Beruntung kala itu cuaca cerah, jadi sebelum matahari benar-benar ditelan samudra tak lengkap rasanya jika tidak mengabadikan momen indah tersebut dalam bidikan kamera. 

Pantai Batu Bengkung Beach

Pantai Batu Bengkung Beach

Pantai Batu Bengkung Beach



Pantai Batu Bengkung Beach

Pantai Batu Bengkung Beach

Pantai Batu Bengkung Beach

Pantai Batu Bengkung Beach

Gustian Ri'pi

Sabtu siang, sekitar pukul 13.00 WIB akhirnya kami perlahan harus meninggalkan keindahan alam tersebut untuk kembali bertolak ke Kota Malang. Sekian ceritaku, mana ceritamu? hehe. 
simak videonya berikut ini:

Sampai jumpa!
Liburan bagi mahasiswa rantau biasanya dimanfaatkan untuk pulang kampung ke daerah asal. Namun ada juga yang memilih untuk tetap stay di Kota perantauan karena berbagai tujuan dan alasan. Seperti yang dialami oleh 3 orang pemuda asal Toraja yang kuliah di Universitas Brawijaya, Kota Malang. Kebetulan pemuda tersebut adalah saya, muhram, dan anata.

Nah, hari ini kita mengisi liburan dengan jalan-jalan ke Kabupaten Malang, tepatnya di Kecamatan Tumpang. Tak hanya dikenal mempunyai produk unggulan di bidang pertanian dan perkebunan, namun juga letak kecamatan Tumpang yang sangat strategis untuk menuju obyek-obyek wisata di mana jalan satu satunya dari arah barat untuk menuju ke gunung Bromo dan Semeru.

Kami berangkat pukul 11.00 dari Kota Malang dengan kendaraan roda dua.

And here we go! :))

Candi Kidal
Destinasi pertama kami adalah Candi Kidal. Sebuah candi peninggalan yang lain dari dinasti Singhasari dan merupakan candi Hindu yang terletak di Desa Rejokidal.  Candi ini representasi dari pengagungan tokoh ibu dan dinamai sesuai dengan tempat wanita di sebelah kiri laki-laki (kidal). Candi Kidal di bangun sebagai tempat persemayaman Raja Anusapati, yaitu raja kedua dari kerajaan Singhasari. diperkirakan candi di bangun pada tahun 1260 M.

Candi Kidal, Tumpang, Malang

Candi Kidal, Tumpang, Malang



Ini merupakan kali kedua saya bertandang ke candi ini dan tak banyak perbedaan yang terlihat. Reliefnya masih utuh dan berdiri kokoh. Matahari belum tinggi saat kami meninggalkan Candi Kidal menuju desa Glagahdowo, untuk mampir sejenak ke rumah keluarga saya, karena kebetulan udah memasuki jam makan siang hehehe.

Candi Cago
Sebelum kesini, sempat bimbang memilih anatara ke Coban Pelangi atau Candi Jago. Karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan akhirnya memilih yang dekat-dekat aja. Letaknya tak jauh dari pasar Tumpang.

Candi Jago, Tumpang, Malang

Candi Jago, Tumpang, Malang

Gustian Ri'pi, Candi Jago, Tumpang, Malang

Gustian Ri'pi, Candi Jago, Tumpang, Malang



Candi Jago dibangun pada tahun 1268-1280 M sebagai penghormatan untuk Raja Singasari ke-4 yaitu Sri Jaya Wisnuwardhana.Relief candi ini mengandung unsur ajaran Budha dan Hindhu sesuai dengan agama syiwa Budha yang dianut Wisnuwardhana.


Wendit Water Park
Sekitar pukul 16:30 kami memutuskan untuk kembali ke Kota Malang via Jalan raya Pakis. Namun ditengah perjalanan kami menyempatkan untuk mampir ke Wisata Wendit yang letaknya tepat berada di tepi jalan raya tersebut.

Tiket masuknya Rp. 10ribu. Setelah masuk kami disambut dengan sebuah monumen patung raksasa Kera. Selain itu Wendit Water Park (WWP) memiliki banyak fasilitas seperti kolam renang alami dan buatan yang luas, baik untuk anak maupun dewasa, Perahu dayung, Kolam gelombang, kolam arus, waterboom, bom-bom car, worm coaster, carousel, dan sepeda air.


Wendit Water Park

Wendit Water Park

Wendit Water Park

Wendit Water Park

Wendit Water Park



Jika anda berkunjung ke WWP dan membawa makanan saya sarankan untuk diamankan dalam tas, karena banyak monyet yang berkeliaran bebas disini. Anda juga dapat memberi makan kepada monyet tersebut.

Sekian Jalan-jalan kami kali ini. Jaga terus keindahan alam dan wisata Indonesia, Yuk Ngetrip Bareng.

Gunung Buthak 2686 mdpl- Gustian Ri'pi

Sabtu, 9 Januari 2016 ditengah hiruk-pikuk UAS, aku bersama tim pendakian beranggotakan Fikri, Angga, Samid, Febri dan temannya, berangkat untuk mendaki gunung Butak yang memiliki ketinggian 2868 mdpl. Gunung Butak ini terletak di kota Batu, bersebelahan langsung dengan gunung Panderman 2000 mdpl. Gunung Butak juga dikenal popular dengan sebutan “Putri Tidur”, karena memang saat dilihat dari kejauhan mirip seperti yang dimaksudkan. Singkat cerita seluruh perlengkapan dan persediaan untuk pendakian telah disiapkan, anggota tim juga telah siap mendaki. Let's Go Passenger…!

Pagi hari sekitar jam 10:30 WIB kami langsung berangkat menuju jalur Panderman yang kita pilih. Di pos Panderman dikenai tiket masuk Rp. 7000/orang dan biaya parkir Rp. 5000/kendaraan. Jalur awal memang sama dengan jalur yang dilalui untuk mendaki Panderman. Kami harus hati-hati karena memang banyak sekali percabangan untuk menuju jalur utama pendakian Butak.Trek pendakian relatif aman, hanya sesekali bergelombang dan menanjak setelah itu kontur relatif naik turun. Kemudian berjalan lebih jauh memasuki hutan yang lebih rimbun dan lama-kelamaan makin gelap dan butiran hujan mulai menetes.

Di tengah derasnya hujan dan gelapnya malam, perjalanan kami masih terus berlanjut dengan menggunakan jas hujan dan head lamp yang seadanya. Kami memutuskan untuk pantang bermalam sebelum mencapai tempat padang savanna rumput yang luas. ditempat ini terdapat sumber air yang mengalir asri.. Tempat yang agak tenang dan damai didapatkan dan kami bermalam di sana. Kami bentangkan tenda, memasak, makan, lalu bersistirahat. Perjalanan dari Malang hingga tiba di padang savana ini terbilang cukup lama dan melelahkan karena tim kami ada cewek.

Minggu, 9 Januari, pagi-pagi sekali kami bangun siap-siap menuju puncak. jalurnya berupa jalan setapak yang lumayan nanjak, namun banyak pepohonan dikanan-kiri yang bisa dijadikan pegangan selama mendaki keatas namun tetap harus berhati-hati. Setelah kira-kira 1 jam akhirnya kami sampai juga di Puncak Gunung Buthak. Puji Tuhan, terucap dalam hati...

Gunung Buthak 2686 mdpl
Perjalanan menuju puncak

Gunung Buthak 2686 mdpl
Angga
Gunung Buthak 2686 mdpl
Samid
Gunung Buthak 2686 mdpl
Febri
Gunung Buthak 2686 mdpl
Angga
Gunung Buthak 2686 mdpl
Gusti
Gunung Buthak 2686 mdpl
Fikri
Gunung Buthak 2686 mdpl
Rame-rame, di sponsori oleh Grafika Advertising :)
Gunung Buthak 2686 mdpl

Gunung Buthak 2686 mdpl
aku dan bayanganku
Gunung Buthak 2686 mdpl
minum air, sponsored by Aqu* :)
Setelah puas menikmati keindahan Buthak sembari berfoto-foto, kami kemudian turun kembali menuju Savana. Sesampainya disana kami makan, lalu bergegas berkemas dan turun pulang.. 

Gunung Buthak 2686 mdpl
Groufie dalam tenda
Gunung Buthak 2686 mdpl
Chef samid lagi masak Mie Goreng
Gunung Buthak 2686 mdpl
Foto Bareng sebelum pulang
Gunung Buthak 2686 mdpl

Gunung Buthak 2686 mdpl

Gunung Buthak 2686 mdpl
perjalanan pulang
Selama perjalanan pulang awan pekat bergulung-gulung telah Nampak dari kejauhan, angin mulai menerpa sedikit kencang, hujan besar sebentar lagi datang. Ternyata benar, sebelum sampai di pos parkir, kami telah basah kepayahan diguyur hujan (lagi) yang benar-benar deras. Singkat cerita akhirnya kami tiba kembali di Malang sekitar jam 18:00 Minggu Sore.

Gunung Buthak 2686 mdpl
Nge Trip bareng Yuk!
Demikian saja catatan pendakian gunung Butak saya.. Salam Pendaki! Simak videonya berikut: